Make your own free website on Tripod.com
Mastika Hadith - Jilid 1 - Bab 5 - Fasal 1 - Hadith 61

attzgu6w.jpg

Mastika Hadith
Jilid 1
Bab 5 : Beriman kepada adanya hari akhirah.
Fasal 1
 
Hadith 61
Dari al-Bara` bin Azib radiyallahu`anhu, katanya: Kami telah keluar bersama-sama Nabi saw mengiringi jenazah seorang lelaki dari kaum Ansar, lalu kami sampai di kuburnya yang disediakan. Rasulullah saw pun duduk lalu kami duduk di sekelilingnya dengan keadaan tidak bergerak dan membisu; manakala baginda saw pula menjolok-jolok tanah dengan seranting kayu yang ada di tangannya. Setelah itu baginda saw mengangkat kepalanya lalu bersabda: “Mintalah kamu perlindungan kepada Allah dari azab kubur”, (diulanginya sabdanya itu) dua atau tiga kali; kemudian baginda saw bersabda lagi: “Sesungguhnya hamba Allah yang mukmin (ketika hendak mati) apabila ia berada dalam keadaan terputus dari dunia dan sedang menghadapi akhirah, akan turunlah kepadanya malaikat-malaikat dari langit, putih berseri muka mereka, seolah-olah matahari, dengan membawa kain kapan bersama mereka dari kain-kain kapan syurga, dan hanud (iaitu serbuk campuran dari benda-benda yang harum yang ditabur kepada mayit semasa dikapankan) dari yang ada di syurga, sehingga mereka duduk jarak daripadanya sejauh mata memandang. Kemudian datang malakul maut alaihissalam, lalu duduk di sisi kepalanya sambil menyerunya dengan berkata: ‘Wahai jiwa yang baik! keluarlah (dan pada satu riwayat ada disebutkan: orang yang hendak mati dihadiri saat nazaknya oleh malaikat, maka sekiranya orang itu seorang yang soleh, berkatalah malaikat: ‘Keluarlah engkau....) menuju ke tempat keampunannya dan keredhaan Allah’.”
Baginda saw bersabda lagi: “Kemudian roh orang itu keluar mengalir seperti mengalirnya setitik air dari mulut bekas air (yang terbuat dari kulit kambing), lalu malakul maut mengambilnya, maka apabila ia mengambilnya, malaikat-malaikat (yang ditugaskan untuk itu) tidak membiarkannya di tangan malakul maut walau sekelip mata pun lalu mereka mengambilnya; kemudian mereka meletakkannya di dalam kain kapan dan hanud yang tersebut; dan keluar pula dari roh itu bau yang harumnya seperti seharum-harum kasturi yang terdapat di atas mukabumi.”
Baginda saw bersabda lagi: “Kemudian mereka membawanya naik ke langit, maka mereka tidak melalui (semasa membawanya) mana-mana kumpulan malaikat melainkan kumpulan malaikat itu berkata: ‘Roh yang baik itu roh siapa?’ Mereka menjawab: ‘Roh si anu anak si anu’ (dengan menyebutkan sebaik-baik namanya yang biasa mereka menamakannya dengan nama-nama itu di dunia), (demikianlah halnya) sehingga berakhirlah perjalanan mereka membawanya ke langit yang pertama; setelah itu mereka meminta dibukakan pintu langit untuknya, lalu dibukakan pintu untuk mereka; kemudian malaikat-malaikat yang berkedudukan istimewa di sisi Tuhan dari penduduk tiap-tiap langit menghantar roh itu beramai-ramai hingga ke langit yang berikutnya sehinggalah mereka berhenti membawanya di langit yang ke 7. Setelah itu Allah `azawajalla berfirman kepada malaikat-malikat (yang ditugaskan untuk itu): ‘Simpanlah suratan amal hamba Ku ini dalam aliyin (tempat simpanan surat amal orang-orang yang berbakti) dan bawalah dia balik ke bumi, kerana sesungguhnya Aku telah menciptakan manusia dari bumi, dan ke bumi juga Aku kembalikan mereka, serta dari bumi pula Aku keluarkan mereka sekali lagi’...”
Baginda saw bersabda lagi: “Dan sesungguhnya orang yang kufur (ketika hendak mati) apabila ia berada dalam keadaan terputus dari dunia dan sedang menghadapi akhirah, akan turunlah kepadanya malaikat-malaikat dari langit, hitam muka mereka, dengan membawa kain-kain kasar seperti kain kadut, lalu mereka duduk jarak daripadanya sejauh mata memandang. Kemudian datang malakul maut, lalu duduk di sisi kepalanya sambil menyerunya dengan berkata” ‘Hai jiwa yang jahat! keluarlah (dan pada satu riwayat ada disebutkan: maka apabila orang itu orang jahat, berkatalah malaikat: ‘Keluarlah engkau...) menuju ke tempat kebencian dan kemurkaan Allah’.”
Baginda saw bersabda lagi: “Kemudian roh orang itu berselerak di merata jasadnya (kerana takut hendak keluar), lalu disentap rohnya itu oleh malakul maut sebagaimana sebatang besi pembakar daging disentap dari sekumpul bulu yang basah; malakul maut pun mengambilnya, maka apabila ia mengambilnya, malaikat-malaikat (yang ditugaskan untuk itu) tidak membiarkannya di tangan malakul maut walau sekelip mata pun sehingga mereka meletakkannya dalam kain kasar yang tersebut; dan keluar pula dari roh itu bau yang busuknya seperti sebusuk-busuk bau bangkai yang ada di atas mukabumi. Kemudian mereka membawanya naik ke langit, maka mereka tidak melalui (semasa membawanya) mana-mana kumpulan malaikat melainkan kumpulan malaikat itu berkata: ‘Roh yang jahat ini roh siapa?’ Mereka menjawab: ‘Roh si anu anak si anu,’ (dengan menyebutkan seburuk-buruk namanya yang biasa dipanggil dengan nama-nama itu di dunia); (demikianlah halnya) sehingga berakhirlah perjalanan mereka membawanya ke langit yang pertama, setelah itu mereka meminta dibukakan pintu langit untuknya, tetapi tidak dibukakan baginya. Kemudian Rasulullah saw membaca (ayat 40 Surah al-`Araaf, artinya): “...tidak sekali-kali akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk syurga hingga unta masuk di lubang jarum...”
( Kemudian baginda saw bersabda): “Lalu Allah `azawajalla berfirman kepada malaikat: ‘Simpanlah suratan amal jahatnya di dalam sijjin (tempat simpanan surat amal jahat orang-orang yang berdosa), yang letaknya di bumi yang terkebawah sekali. Lalu dicampakkan rohnya ke situ..”(al-Imam Ahmad, Abu Daud, an-Nasa`i dan Ibn Majah)
 
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah. Dalam hadith ke 61 yang kita bahas pada kali ini, merupakan satu hadith yang panjang matannya menceritakan bab mati. Pertama sekali apabila sahabat Nabi nama al-Bara` bin Azib sebut mereka bersama dengan Nabi iring jenazah orang Ansar, maka fahamlah kita bahwa suasana cerita dalam hadith ini berlaku di Madinah dan tanah perkuburan yang ditujui mereka sudah pastilah Baqi`. Dan dalam perenggan pertama tu juga kita lihat bagaimana Nabi saw menyuruh kita meminta perlindungan kepada Allah dari azab kubur. Jadi ini satu lagi hadith yang membenarkan adanya azab kubur. So mana mungkin Astora yang berfahaman liberalnya masih mempertahankan kata “azab kubur” takdak. Inilah yang sepatutnya pihak Jakim, Ikim, Yadim apa semua tu bincangkan. Semak balik status aqidah Astora sebab dah banyak artikel-artikel yang dikeluarkannya menafikan hukum-hukum yang qatie. Inilah yang sepatutnya dihilitekan oleh pihak-pihak yang ada autoriti agama dalam negara kita. Ini dak! yang dibesarkan ialah masalah khilafiah. Kita tau tujuan sebenar Jakim, Ikim, Yadim nak hentam wahabi, tapi silap sebab alamat wahabi yang diaddresskan itu, pakat habih kena kat ulama-ulama besar termasuklah Nabi saw sendiri pun jadi wahabi.
 
Tuan-tuan boleh refer doa minta perlindungan dari siksa kubur dalam al-ma`thurat. Jadi nak katanya, azab kubur memang wujud betoi, bukannya cerita dongengan. Sepertimana yang nukilkan oleh Ibn Qayyim al-Jauziy dalam kitabnya ar-Ruh, berkata Salman al-Farisi radiyallahuanhu, "Roh orang-orang mukmin di alam barzakh pergi ke mana pun sekehendak mereka, manakala roh orang-orang kafir ditempatkan di sijjin."...Dalam kitab yang sama, Ibn Qayyim juga memetik kata-kata Imam at-Tabrani yang mengatakan bahwa dari Damrah bin Habib radiyallahuanhu berkata apabila Nabi saw ditanya tentang roh orang-orang mukmin, maka baginda saw bersabda, "Roh orang-orang mukmin berada di dalam perut burung-burung hijau dan beristirehat di mana-mana sahaja yang mereka kehendaki di syurga."...Lalu ditanya lagi tentang roh orang-orang kafir. Lalu kata Nabi, "Ditahan di sijjin."...Manakala dalam kitab yang lain, dari riwayat Ibnu Hibban dan al-Hakim berkata Abu Hurairah radiyallahuanhu dari Nabi saw bercerita tentang pencabutan roh orang kafir, kata baginda, "Maka keluarlah roh itu seperti bau bangkai yang paling busuk, lalu para malaikat membawanya ke pintu bumi sambil berkata, "Betapa busuknya bau ini!" Setiap kali mereka (para malaikat) mendatangi bahagian bumi, mereka mengulang-ulangi perkataan itu sehingga sampai ke tempat roh orang-orang kafir disimpan."...Begitu juga dalam kitab at-Ta`khif minan nar, disebut oleh Abdullah bin Umar bin `As radiyallahuanhuma bahwa roh orang-orang kafir berada di lapisan bumi yang ketujuh. Manakala dalam kitab yang lain, berkata Qotadah radiyallahuanhu: "Disebutkan kepada kami oleh Ibn Umar bahwa bumi paling bawah adalah tempat untuk orang-orang kafir dan amal-amal buruk mereka."...Sedangkan Ibnu Mubarak rahmatullahi alaik meriwayatkan dari Ibnu Juraisy rahmatullah berkata: "Telah sampai kepada ku bahwa sijiin itu adalah bumi yang paling bawah."...Manakala Imam al-Baghowi rahimatullah dalam tafsirnya telah memetik riwayat al-Bara` bin Azib radiyallahuanhu berkata bahwa Nabi saw bersabda: "Sijjin adalah yang paling bawah dari 7 lapis bumi, manakala aliyun berada di langit ke7 di bawah arasy."...Ini dia tuan-tuan yang kata alam barzakh tu.

Keadaan roh orang-orang mukmin mahupun yang kafir, Allah swt telah ghaibkan. Suara-suara teriakan dari siksaan, Allah ta`ala tutup dari pendengaran jin dan manusia. Namun, terkadang Allah swt perdengarkan, bahkan memperlihatkan juga keadaan tersebut bagi sesiapa yang dikehendakiNya. Seperti yang disebut oleh Ibnu Qayyim al-Jauzy dalam kitabnya ar-Ruh, "Melihat api di kubur seperti melihat malaikat dan jin, kadang-kadang terjadi kepada siapa pun yang Allah kehendaki untuk memperlihatkan hal itu kepadanya. "...Yang pastinya, Allah swt pernah memperlihatkan keadaan orang yang disiksa atau memperdengarkan suara mereka kepada Rasulullah saw sebagaimana yang diriwayatkan dalam banyak hadith tentang Israk mikraj dan sebagainya. Sebagai contoh, dalam satu riwayat menceritakan bagaimana Abu Umamah al-Bahili ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Tatkala aku tidur, datang dua lelaki padaku lalu memegang lenganku dan membawaku ke sebuah gunung. Mereka berkata: Naiklah!. Aku berkata: Aku tidak mampu. Mereka berkata: Sesungguhnya kami akan memudahkannya untukmu. Lalu aku pun naik. Ketika aku sampai ke puncak gunung, tiba-tiba aku mendengar suara yang dahsyat. Aku bertanya: Suara apakah itu? Mereka menjawab: Itulah ahli neraka!"...Hal seperti ini bukan sahaja Allah swt tunjukkan pada nabiNya sahaja, malah kepada sahabat dan selain sahabat juga pernah mengalaminya. Di dalam kitab ar-Ruh juga disebutkan bahwa dari Abi Sya`bi rahimatullah menyebutkan bahwa ada seorang menceritakan kepada Nabi saw: Aku melintasi kawasan Badar, tiba-tiba aku melihat ada orang keluar dari dalam bumi, tetapi dia dipukul dengan cemeti oleh seorang yang lain hingga tenggelam ke dalam bumi. Selepas itu, dia tidak keluar-keluar lagi."...Celah Nabi saw, "Kalau kamu nak tahu, itulah Abu Jahal bin Hisyam yang disiksa hinggalah ke hari qiamat."

Perkara macam ni tidak sahaja berlaku ketika Nabi saw masih hidup, malah ketika zaman Saidina Utsman bin Affan juga pernah berlaku. Di dalam kitab ar-Ruh, Ibnu Qayyim turut menukilkan sebuah kisah dari `Urwah rahimatullahi alaih berkata, "Tatkala seorang pengembara berjalan malam di kawasan antara Mekah dan Madinah, dia melintasi sebuah kawasan perkuburan. Tiba-tiba keluar seorang dalam keadaan terbakar seluruh tubuhnya dibelenggu lingkaran besi. Orang itu berkata: Wahai Abdullah! siramkan air. Wahai Abdullah! siramkan air. Ketika itulah muncul seorang lagi dengan berkata: Wahai Abdullah! jangan engkau siram. Wahai Abdullah! jangan engkau siram. Lalu pengembara itu pengsan terkejut dengan kejadian tersebut. Dan kenderaan tunggangannya membawa dia lari hinggalah ke suatu kawasan bernama al-`Araj (antara Mekah dan Madinahh). Kemudian pada keesokan paginya, didapati rambut pengembara itu menjadi putih keseluruhannya. Kejadian itu disampaikan kepada Khalifah Utsman bin Affan ra, lalu khalifah melarang seseorang dari mengembara seorang diri."...Di bahagian lain dalam kitab yang sama, Imam Ibnu Qayyim al-Jauzy menceritakan dari hadith Suffian rahmatullahi alaik, Daud bin Syabur meriwayatkan dari Abu Khuz`ah rahmatullahi alaik berkata, "Ketika kami melintasi sebuah kawasan yang terdapat beberapa mata air antara tempat tinggal kami dengan Basrah, tiba-tiba kami terdengar hilaian seperti bunyi haiwan keldai. Kami bertanya kepada penduduk yang tinggal sekitar tempat itu: Suara apakah itu? Mereka menjawab: Ini adalah suara seorang laki-laki yang pernah tinggal di tempat kami suatu masa dahulu. Ketika hidupnya pernah si ibu kepada lelaki itu menasihatinya. Lalu dikatakan kepada ibunya: Mengilailah sepuas mu!...Maka setelah lelaki itu mati, terdengarlah suara hilaian sebegini dari kuburnya setiap malam."

Manakala dalam kitab yang lain, Imam Baihaqi menukilkan dari riwayat Yazid bin Abdullah asy-Syikir berkata, "Pernah berlaku seorang keluar berjalan pada malam hari hingga sampai ke sebuah perkuburan, tiba-tiba orang itu mendengar penghuni kubur meratap: Aduh! aduh!...Lalu orang itu berdiri di kubur tersebut dan berkata: Perbuatan kamu telah memalukan mu dan engkau sedang merasai bagaimana dipermalukan."...Jadi pointnya yang nak bagitau disini ialah bahwa menjadi hak mutlak Allah swt untuk memperdengarkan suara dari alam barzakh kepada sesiapa pun yang Dia kehendaki.

Baru-baru ni ada sahabat bagi satu kaset suruh ana dengar, yang menceritakan satu rakaman yang dibuat di Rusia. Cerita itu bermula apabila berlaku runtuhan ke atas beberapa buah kediaman. Lalu pergilah seorang profesor bersama beberapa orang studentnya ke tapak runtuhan tersebut untuk buat kajian. Depa nak kaji, kenapa boleh berlaku runtuhan itu dan tanah jenis apa di tempat runtuhan tersebut? Lalu depa pun korek jauh ke dalam tanah, kemudian depa lepas masuk satu microfon (yang dibuat khas untuk dengar graviti bumi) turun mengikuti lubang yang depa korek tadi. Lepas tu depa on speaker. Apabila terbit satu sound, mula-mula depa ingat itu adalah geseran antara mic dengan tanah, tapi bila depa increase volume nak dengar dengan lebih jelas, tiba-tiba saja ada dikalangan mereka jadi gelisah. Semakin jelas bunyi tu, semakin gelisah student-student tu. Akhirnya bila dah amat jelas bunyi tersebut, tengok-tengok, tiga dikalangan student tu tumbang akibat pitam. Dan sorang lagi kena histeria, jadi macam orang gila. Tak tentu hala jadinya. Tuan-tuan tau depa dengar bunyi apa?...Bukan depa dengar bunyi geseran tanah, tetapi yang didengar ialah jutaan suara minta tolong dengan teriakan yang amat dahsyat, kemudian disusuli dengan laungan takbir!...Ana dengaq takbir dilaungkan 2x dalam nada seolah-olah macam dalam keadaan geram. Fuhhhh!...meremang bulu roma tuan-tuan!!...Suara-suara yang menggerunkan tu keriau habis-habisan macam depa tengok satu benda menakutkan yang selama ni depa tak pernah tengok. Tapi suara-suara yang menakutkan tu tak lama, lebih kurang dalam 40 saat saja. Bila profesor tu tengok student-student dia jadi kelam kabut, dia call bantuan medic. Yang kena histeria tu depa bagi ubat pelali, dia pun tidoq sat. Lepas dia bangkit, depa inject pula ubat penenang. Kemudian baru profesor tu buat kenyataan, dia kata, "Selama ini sebagai seorang komunis, saya tidak percaya adanya syurga dan neraka dalam injil. Tapi sekarang sebagai seorang saintis, dengan peristiwa yang dialami ini, maka baru saya percaya adanya neraka. Namun syurga belum pasti lagi."

Ana saja dengar kaset tu dalam gelap. Seram tuan-tuan. Sebenarnya kita tak pasti lagi itu suara apa, tapi kalau itulah suara ahli kuboq kena azab, ana rasa sudah memadai untuk bagi kita insaf. Cerita ini pernah disiarkan dalam radio BBC. Antum boleh check cerita ni dalam laman web "biduni aswad". Ada sorang sahabat kata, dia juga pernah baca cerita ni dalam laman "tranung kite", so tuan-tuan boleh check dalam arkib tranung kite, mungkin ada.

Okay berbalik kepada hadith di atas. Lepas Nabi saw bagi tazkirah singkat tentang azab kubur, baginda mula cerita tentang mati. Allahuakbar! lagi sekali bila sebut cerita mati ni tuan-tuan, teringat ana pada satu hadith riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radiyallahu anhu berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Tidak akan berlakunya qiamat sehingga banyaknya harjun.”...Lalu bertanya sahabat: “Ya rasul Allah, apa yang dimaksudkan dengan banyak harjun tu?”...Kata baginda, “Bunuh! bunuh!”...Keterangan dalam hadith itu menyebut bahwa pada hampir nak qiamat, akan berlaku pembunuhan beramai-ramai ke atas umat Islam tanpa mendapat pembelaan. Ini dia tuan-tuan yang kita sedang lihat di mana-mana saja di bumi orang Islam hari ini. Nyawa orang Islam seperti sudah tidak ada nilai lagi bagi kafirin.
 
Di Iraq sahaja, tiap-tiap hari ada pembunuhan berlaku. Dan berita mutakhir yang diceritakan oleh Ust Abdullah Osman al-Iraqi tentang Iraq seperti yang diberitakan kepadanya oleh seorang sahabatnya yang baru sampai di Malaysia dari Iraq, bagaimana diceritakan keadaan yang menimpa seorang ulama sufi sunni di Iraq bernama Sheikh Abdullah Janabi (ust Abdullah Osman pernah ditahan oleh tentera-tentera Amerika bersama dengan Sheikh Abdullah Janabi suatu ketika dahulu). Sheikh Abdullah Janabi sangat-sangat dikehendaki oleh pihak penjajah Amerika kerana beliaulah yang menyusun kembali saf-saf pejuang-pejuang Mujahiddin Iraq dan meniupkan semangat jihad ketika meletusnya Pertempuran Kedua al-Fallujah pada awal November 2004 sehinggalah lewat Januari 2005 yang lalu. Barang diingat, kita jangan lupa dengan apa yang pernah Nabi saw sebut dalam satu hadithnya yang sahih ketika membicarakan tanda-tanda qiamat, kata baginda, “Baghdad tidak akan aman sampailah ke hari qiamat!”...Lihat saja apa yang pernah berlaku kepada Baghdad waktu Mongol serang dulu. Ia lebih teruk dari apa yang berlaku hari ini. Namun ada satu hadith lagi dalam bab yang sama, daripada Ibn Abbas radiyallahuanhu ketika ditanya kepadanya, “Wahai Ibn Abbas! siapakah yang akan membela Baitul Maqdis di akhir zaman nanti?”...Lalu Ibn Abbas ra berkata, “Aku dengar Nabi saw sebut bahwa yang akan membela Batul Maqdis ialah ahlul Iraq.”...Nampak tak tuan-tuan, maknanya kesinambungan perjuangan para Mujahiddin di Iraq inilah yang akan membebaskan Palestin dari cengkaman regim Zionis nanti. Ini dia tuan-tuan satu perkembangan yang agak menarik untuk kita ikuti sebab ini jaminan yang dibuat sendiri dari lisan Rasulullah saw. Sebab itu Iraq sekarang dijajah, sebab yahudi dah baca hadith ini lebih dahulu daripada kita.
 
Berbalik kepada cerita Sheikh Abdullah Janabi tadi, beliau yang berasal dari al-Fallujah, ketika mula-mula sekali ditangkap bersama ust Abdullah Osman, beliau dibebaskan. Kemudian apabila beliau ditangkap sekali lagi atas tuduhan sebagai Ketua Mujahiddin di Fallujah, Amerika siksa beliau dengan memotong kedua-dua tangannya. Apabila dibebaskan, dalam keadaan kedua-dua tangan takdak macam tu pun, beliau masih tetap meniup semangat jihad dikalangan para pejuang Mujahiddin. Lalu beliau ditangkap buat kali ketiga. Dan kali ketiga itu, beliau dipotong kedua-dua kakinya pula. Maknanya, Sheikh Abdullah Janabi sudah tidak ada tangan mahupun kaki. Lalu anak-anak muridnya dikalangan Mujahiddin mengatur strategi dan menyerang kem tahanan yang menempatkan Sheikh Abdullah Janabi. Dalam satu serangan nekad termasuk menggunakan bom-bom kereta, menyebabkan ramai yang terkorban di kedua-dua belah pihak. Walaupun di pihak Mujahidin, hampir 200 pejuang gugur syahid dalam misi tersebut, namun Sheikh Abdullah Janabi tetap berjaya dibebaskan. Susulan dari terlepasnya Sheikh Abdullah Janabi itulah, maka pihak penjajah Amerika bersama sekutunya puak Shi`ah telah mengeluarkan arahan bahwa semua masjid-masjid di kawasan Sunni tidak boleh dilakukan solat berjemaah mahupun melaungkan azan sekalipun selama tiga hari (refer laporan Mujahidin Iraq di al-basrah.net). Semua khatib-khatib Sunni yang melanggar arahan tersebut dengan membaca khutbah akan ditangkap. Sheikh Abdullah Janabi ni cukup kental dengan semangat jihad, dia tetap keluar menemui rakyat Iraq walaupun menghadapi risiko ditangkap lagi. Dia keluar dari tempat persembunyian dan menyeru kepada semua puak Sunni supaya kembali ke masjid-masjid terutama untuk menunaikan solat Jumaat berjemaah. Alhamdulillah, semua pakat keluar kembali pi sembahyang Jumaat, lalu mereka angkat Sheikh Abdullah Janabi yang takdak tangan takdak kaki tu bubuh atas mimbar untuk bagi khutbah Jumaat. Dalam khutbah selama hampir sejam itu, sekali lagi semangat jihad ditiup. Bila Amerika tahu Sheikh Abdullah Janabi bagi khutbah, masjid tersebut dikepung oleh tentera-tentera Amerika. Keretakebal-keretakebal standby di perkarangan masjid. Helikopter-helikopter pejuang berlegar-legar di atas bumbung masjid. Akhir sekali, sebaik sahaja habis solat Jumaat, tentera-tentera Amerika menyerbu masuk menangkap semua jemaah yang ada di dalam masjid tersebut, namun yang mereka tak dapat tangkap ialah Sheikh Abdullah Janabi. Allahuakbar! Ini benar-benar karamah pertolongan dari Allah swt. Sebab kalau tengok dari segi logiknya, tidak ada jalan lagi untuk Sheikh yang takdak tangan dan kaki itu untuk melarikan diri. Namun perancangan Allah lagi hebat. Mujahiddin tetap berjaya melarikan Sheikh Abdullah walaupun dikepung hebat oleh pihak kuffar.
 
Tuan-tuan, sejak 6 bulan yang lalu sehinggalah ke hari ini kita tengok sudah hampir 2/3 Iraq telah pun dikuasai oleh Shi`ah. Ini memang perancangan kuffar Amerika untuk memberi kuasa memerintah di Iraq kepada puak Shi`ah sebagai membalas jasa mereka membantu Amerika menyerang Iraq pada musim bunga tahun 2003. Brigade Badr yang asalnya dari Iran sekarang telah diserap ke dalam pentadbiran-pentadbiran keselamatan negara Iraq, menjadi polis dan tentera boneka kepada Amerika. Dan berita mutakhir yang diterima menyatakan bahwa tentera-tentera al-mahdi pimpinan Muqtadza as-Sadar (yang kononnya menentang Amerika), sekarang telah pun bergabung dengan Brigade Badr Shi`ah. Mereka telah bersatu untuk memerangi puak Sunni. Kita boleh tengok depan mata kita sendiri, bagaimana satu persatu kawasan-kawasan yang dulu majoritinya adalah puak Sunni, tapi hari ini, sudah dimonopoli oleh puak Shi`ah. Sedikit demi sedikit, penduduk-penduduk Sunni dihalau dari kampung-kampung halaman mereka oleh Brigade bersenjata Badr. Sehingga satu penempatan terpaksa disediakan oleh Syria untuk memberi perlindungan kepada pelarian Sunni Iraq yang menyeberang masuk ke negaranya. Inilah yang berlaku sewaktu Iran yang asalnya sunni bermazhab Syafie jatuh ke tangan imam Khomeini. Dia masuk ke kampung-kampung sunni, dia bunuh habih semua ulama`-ulama` sunni. Ni dia yang kata imam Khomeini tu tuan-tuan. Sebenarnya kita di Malaysia, banyak fakta yang kita tidak tahu tentang bahayanya shi`ah. Dalam tv, kita tengok bersemangat depa. Dan dari segi zahirnya pula, nampak hebat dengan serban besar, janggut tebai. Tapi sebenarnya dari segi batin, amat-amat bathil rupanya. Sehingga imam Malik rahimallahu ta`ala mengkafirkan puak shi`ah. Manakala imam Syafie apabila ditanya tentang shi`ah, beliau berkata, “Puak shi`ah adalah yang paling pembohong sekali. Kalau boleh, aku tak mau dengaq langsung tentang puak tu!”...So, kita jangan tertipu dengan media tuan-tuan. Kita tengok kononnya Iran begitu lantang nak hancurkan Israel, lalu yahudi pun ajak Amerika bantu dia. Tuan-tuan, ini semua hanya sandiwara semata-mata, sebab Amerika tidak akan serang Iran. Mana mungkin Amerika serang Iran, yang merupakan sekutu rapatnya di Iraq. Nak serang Iran hanya di mulut Amerika saja, sedangkan fokus sebenar mereka ialah pertamanya Saudi dan keduanya ialah Mesir. Ini disebut sendiri dari lisan Nabi saw dalam menceritakan peristiwa yang akan berlaku di akhir zaman.
 
Yahudi dan Amerika amat memerlukan bantuan Shi`ah dari Iran untuk menghancurkan Sunni sebab pejuang-pejuang Mujahidin di seluruh dunia, kesemua adalah terdiri dari puak Sunni. Mujahiddin di Iraq, di Kashmir, di Afghanistan, di Chechnya, di selatan Thai, di selatan Filipina, semuanya adalah Sunni, yang bersama-sama dengan umat Islam ketika ditindas. Ada pernah kita dengaq puak Shi`ah fight untuk umat Islam?...Mana ada. Hizbollah di Palestin tu pun kalau tuan-tuan cari sumber yang sahih dari Palestin, tuan-tuan akan dapati Hizbollah hanya protect puak depa sahaja, bukan untuk seluruh umat Islam Palestin. Dan sekarang ini, puak Shi`ah dah fully incharge in Iraq. Mereka akan memerintah selama 4 tahun. Dan dalam masa 4 tahun itu, mereka akan target semua ulama` Sunni akan dibunuh. Apa nak hairankan sebab polis dan tentera adalah milik Shi`ah. Inilah yang menjadikan ketakutan dikalangan Sunni di Iraq kerana mereka berada dalam keadaan amat-amat bahaya sekarang. Operasi-operasi serbuan dan geledah pasti akan membawa padah kepada pemuda-pemuda sunni. Sekiranya ditahan, chances untuk selamat amat tipis.
 
Yang kata shi`ah ni tuan-tuan, depa cuba buat Najaf dan Karbala macam Mekah. Depa tawaf di maqam Saidina Ali 7 kali. Sedangkan umat Islam hanya dibenarkan tawaf di keliling Ka`abah di Mekah, bukan di Najaf atau Karbala. Setiap minggu hari Khamis, depa akan sediakan bas untuk ke Najaf dan Karbala sambil laung, “Haj! haj!”...Maknanya depa pi buat haji di Najaf dan Karbala. Nampak tak tuan-tuan, bagaimana Shi`ah cuba mengulangi sejarah Abrahah di Yaman yang cuba menyaingi Mekah sewaktu masa dahulu. Sekiranya inilah iktiqad kepercayaan puak shi`ah, ana rasa pendapat imam Malik rahimallahu ta`ala tentang puak shi`ah ada kebenarannya. Jangan ada yang kata pula imam Malik mahupun imam Syafie (yang kata shi`ah adalah pembohong besar) tidak mahu berkompromi dengan shi`ah. Memang dari dulu lagi ulama-ulama besar ahl sunnah ingin bersatu dengan shi`ah, namun tidak jumpa jalan penyelesaiannya. Ulama-ulama besar pun tak jumpa jalan, apatah lagi kita. Jangan haraplah. Kita bukan nak menghasut dengan fikiran negatif, tapi kenyataannya gitu. Bukannya apa, hari ini memang ada usaha ulama-ulama ASWJ cuba mengambil pendekatan mengajak shi`ah supaya bersatu menghadapi kuffar; tapi yang berlaku adalah sebaliknya. Bukan saja shi`ah berkompromi dengan kufar Yahudi Amerika menyerang Iraq, malah sekarang dengan terang-terang mereka cuba menghapuskan populasi sunni di Iraq.
 
Allahu`alam
7 Jan 2006